47 Dokter Spesialis Lengkapi RSUD Kudungga, Minimalkan Rujukan Keluar Daerah

‎Sangatta – Komitmen RSUD Kudungga Kutai Timur untuk meningkatkan mutu pelayanan terwujud nyata melalui penguatan tim medisnya. Rumah sakit tipe B ini kini mengandalkan kekuatan 47 dokter spesialis yang siap melayani masyarakat. Tenaga ahli ini tersebar di berbagai unit layanan penting, menjamin penanganan kasus yang komprehensif, mulai dari bedah intervensi, perawatan penyakit kronis (penyakit dalam), kesehatan anak, hingga kardiologi dan kebidanan.

‎Dr. Yusuf, Direktur RSUD Kudungga, menegaskan bahwa keragaman spesialisasi yang dimiliki saat ini menempatkan rumah sakit mereka sejajar dengan RSUD terbaik di Kalimantan Timur.

‎”Secara spektrum layanan, kami terbilang komprehensif. Kami memiliki kelompok spesialis bedah, penyakit dalam, saraf, jantung, anak, hingga beberapa subspesialis yang jarang tersedia di rumah sakit daerah lainnya,” jelasnya.

‎Namun, Dr. Yusuf mengungkapkan satu tantangan krusial, yaitu kekurangan tenaga spesialis obstetri dan ginekologi (kebidanan). Setelah dua dokter senior purna tugas dan mutasi, RSUD Kudungga saat ini hanya mengoperasikan layanan kebidanan dengan satu dokter aktif, dr. Okta

‎”Layanan kebidanan merupakan kebutuhan dasar yang esensial. Keterbatasan menjadi satu dokter menimbulkan risiko besar jika terjadi keperluan cuti atau tugas dinas di luar,” ungkapnya.

‎Ketersediaan spesialisasi yang mendalam ini merupakan tulang punggung RSUD Kudungga dalam menjalankan fungsi rujukan. Berbekal tim dokter yang kompeten, rumah sakit ini memastikan bahwa pasien tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar daerah untuk mendapatkan penanganan medis yang serius, baik itu operasi kompleks, manajemen penyakit kronis, atau penanganan kondisi darurat

memberikan contoh bahwa para dokter didorong mengikuti pelatihan lanjutan dan program fellowship untuk memperdalam keahlian mereka.

‎”Setiap dokter yang ingin memberikan layanan tambahan, seperti dokter penyakit dalam untuk layanan hemodialisis, wajib memiliki sertifikat khusus. Demikian pula untuk prosedur lanjutan seperti pemasangan stent oleh dokter jantung, mereka harus melewati pelatihan intensif selama setahun,” tambahnya

‎Langkah penguatan SDM ini merupakan bagian integral dari strategi jangka panjang RSUD Kudungga untuk mencapai visi sebagai rumah sakit rujukan terkemuka dan terpercaya di Kalimantan Timur pada tahun 2027. Selain meningkatkan kompetensi tenaga medis, rumah sakit juga fokus mengembangkan layanan unggulan, seperti poli geriatri, urologi, forensik, dan implementasi digitalisasi rekam medis.

‎Seluruh upaya penguatan SDM ini selaras dengan cita-cita RSUD Kudungga untuk menjadi rumah sakit rujukan terkemuka dan tepercaya di Kalimantan Timur pada tahun 2027. Selain fokus pada sumber daya manusia, pengembangan juga diarahkan pada fasilitas unggulan seperti poli geriatri, urologi, dan percepatan digitalisasi rekam medis.(ADV)

Pos terkait