Antusiasme Meluap: Target Terlampaui, Operasi Katarak Gratis di Muara Wahau Ungkap Kebutuhan Mendesak Warga Pedalaman

‎Sangatta, – Kebutuhan mendesak masyarakat di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim) akan layanan mata terungkap jelas dalam Bakti Sosial (Baksos) Operasi Buta Katarak. Meskipun panitia menargetkan 60 pasien, tercatat 72 warga datang dari berbagai kecamatan terpencil, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap layanan gratis ini. Kegiatan yang didukung oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Kaltim-Kaltara ini digelar di BLUD Puskesmas Muara Wahau 2 pada Sabtu (29/11/2025), sekaligus menandai pelaksanaan Baksos kesembilan Pemkab.‎

‎Ketua Panitia Penyelenggara, Nurkholis, melaporkan bahwa antusiasme warga di Zona Muara Wahau melampaui ekspektasi.

‎“Kami menargetkan 60 pasien, namun pada hari pelaksanaan, tercatat ada 72 pasien yang hadir. Mereka datang dari Muara Wahau I, Muara Wahau II, Kongbeng, Telen, bahkan ada yang dari Tepian Baru. Angka ini membuktikan betapa besarnya kebutuhan masyarakat kita akan layanan operasi katarak gratis,” ujar Nurkholis.

‎Menurut data dari Kerangka Acuan (KA) Dinas Kesehatan, katarak merupakan penyumbang utama kebutaan di Indonesia, mencapai sekitar 81 persen dari total kasus. Bagi warga di daerah terpencil, masalah akses dan biaya menjadi kendala vital di mana operasi katarak swasta bisa mencapai Rp20 jutamenjadikan Baksos ini solusi yang sangat dinantikan.

‎Plt Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, yang meresmikan acara, menekankan sinergi Pemkab Kutim dengan tim teknis PERDAMI Kaltim-Kaltara sebagai kunci sukses.

‎“Baksos ini adalah wujud nyata komitmen Pemkab Kutim dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mendukung program nasional bebas buta katarak. Kami sangat berterima kasih kepada Tim PERDAMI yang setia mendampingi kami selama sembilan kali kegiatan ini,” kata Sumarno.

‎Camat Muara Wahau, Marlianto, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan gratis yang sangat membantu warganya ini. Ia secara khusus berharap kegiatan ini dapat berlanjut setiap tahun agar jangkauan pelayanan semakin luas.

‎“Operasi katarak swasta bisa menghabiskan biaya hingga Rp20 juta. Kesempatan ini sangat bagus dan dibutuhkan bagi warga kami,”tutupnya.(ADV)

Pos terkait