Kutai Timur, – Kecamatan Batu Ampar di Kutai Timur mencanangkan sebuah rencana ambisius untuk mendongkrak sektor pariwisatanya dengan memanfaatkan aset yang selama ini tidak terjamah sebagai destinasi rekreasi. Hutan Tanaman Industri (HTI). Kawasan HTI ini diusulkan diubah menjadi lokasi perkemahan mewah atau glamping yang menawarkan pengalaman unik berkemah di tengah hutan yang tertata rapi.
Rencana ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang ingin mengangkat potensi wisata di setiap kecamatan. Camat Batu Ampar, Suriansyah, melihat bahwa ide menjadikan HTI sebagai destinasi wisata memiliki keunikan tersendiri dan sangat mungkin diwujudkan.
“Kita punya Hutan Tanaman Industri yang sebenarnya bisa dijadikan destinasi wisata. Kita bisa buat orang berkemah di tengah hutan, di hutan tanaman,” ungkap Suriansyah belum lama ini
Meskipun ide pengembangannya menjanjikan, Suriansyah menekankan bahwa potensi ini terancam gagal total akibat masalah klasik yang mendera wilayah tersebut, yakni aksesibilitas yang sangat buruk.
Ia secara spesifik menyoroti kondisi jalan utama menuju Batu Ampar, terutama dari jalur Rantau Pulung, yang dilaporkan berada dalam kondisi rusak parah. Kerusakan jalan ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi, tetapi juga secara langsung mematikan minat calon wisatawan.
“Kendala kita itu di aksesibilitas. Jalan Rantau Pulung sudah seperti itu, apalagi ke Batu Ampar. Jadi Destinasi wisata pada dasarnya ada, cuma kendala kita memang di aksesibilitas,” tegas Suriansyah.
Suriansyah menjelaskan bahwa kunci keberhasilan pariwisata adalah kemudahan akses dan waktu tempuh yang rasional. Ia memperkirakan bahwa wisatawan masih akan tertarik datang jika waktu perjalanan yang ditempuh tidak melebihi dua jam dan jalannya dalam kondisi baik.
“Kalau memang lebih daripada itu, apalagi jalannya rusak, kan orang agak malas,” tambahnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kecamatan Batu Ampar berharap agar perbaikan infrastruktur jalan masuk menjadi agenda prioritas utama pemerintah kabupaten maupun provinsi. Akses jalan yang bagus dan lancar dinilai sebagai prasyarat mutlak untuk membuka kawasan dan mewujudkan impian Batu Ampar memiliki destinasi glamping yang unik, sekaligus meningkatkan geliat ekonomi lokal. Tanpa perbaikan jalan yang signifikan, potensi wisata HTI ini dikhawatirkan hanya akan tetap menjadi wacana.(ADV)







