Camat Sangatta Utara Dorong Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Wujudkan Ketahanan Pangan Lokal

Kutai Timur, – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terus mendorong masyarakat agar lebih mandiri dan produktif melalui program pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan lokal serta peningkatan kemandirian ekonomi keluarga di wilayah perkotaan.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa setiap rumah tangga di wilayahnya diwajibkan memiliki enam jenis tanaman dan sumber pangan yang berbeda.

Bacaan Lainnya

“Di dalam satu rumah tangga kami mewajibkan ada enam jenis, yaitu tanaman buah, sayur-sayuran atau warung hidup, tanaman obat keluarga (toga), ikan, ternak, serta lumbung hidup,” ujar Hasdiah, baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa konsep lumbung hidup mencakup tanaman pengganti karbohidrat seperti jagung dan umbi-umbian. Tahun ini, pihak kecamatan secara khusus mewajibkan setiap rumah menanam jagung sebagai langkah nyata mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Untuk tahun ini, kami wajibkan setiap rumah menanam jagung sebagai upaya mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.

Menurut Hasdiah, kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi wilayah Sangatta Utara yang sebagian besar merupakan kawasan perkotaan. Dengan keterbatasan lahan, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan rumah semaksimal mungkin, termasuk menggunakan media tanam alternatif seperti karung atau pot.

“Karena di Sangatta Utara ini lahan pertanian terbatas, jadi kami dorong masyarakat menanam di pekarangan. Jagung bisa tumbuh di karung, dan hasilnya cukup baik,” jelasnya.

Selain menanam jagung, masyarakat juga diarahkan untuk menanam tanaman obat keluarga, sayuran, dan buah-buahan. Program ini tidak hanya mendukung ketersediaan pangan rumah tangga, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya pola hidup sehat dan ramah lingkungan.

Hasdiah menambahkan, pihak kecamatan akan mengadakan lomba pemanfaatan pekarangan terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap warga yang berinovasi dalam mengelola lahan terbatas.

“Nantinya akan dipilih tiga rumah terbaik sebagai juara. Tujuannya bukan hanya untuk kompetisi, tapi agar masyarakat lebih termotivasi menjaga dan mengembangkan pekarangannya,” ujarnya.

Program ini juga diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong antarwarga. Beberapa RT bahkan mulai membentuk kelompok tani kecil di lingkungan masing-masing untuk saling berbagi bibit dan teknik menanam yang efisien. Pemerintah kecamatan turut memberikan pendampingan melalui penyuluh pertanian dan pelatihan pengolahan hasil panen sederhana.

Dengan berbagai langkah tersebut, Camat Hasdiah optimistis Sangatta Utara dapat menjadi contoh wilayah perkotaan yang produktif dan berdaya saing di bidang ketahanan pangan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada pasokan luar, tapi bisa memproduksi sendiri dari pekarangannya. Kecil-kecil, tapi berdampak besar,” pungkasnya.(ADV)

Pos terkait