Kutai Timur, – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan melalui program inovatif bertajuk “Kampung Beragam” (Bersih, Asri, dan Nyaman). Program ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah kecamatan dalam mendorong partisipasi masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan dan penataan lingkungan di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, mengatakan bahwa program Kampung Beragam telah berjalan selama empat tahun terakhir dan mendapat respon positif dari masyarakat. Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya berupa lomba antar-RT, tetapi juga menjadi ajang pembinaan dan edukasi bagi warga agar lebih sadar terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Upaya kami salah satunya adalah berinovasi dalam penataan lingkungan yang sudah beberapa tahun ini kita laksanakan, yaitu Kampung Beragam. Alhamdulillah, tahun ini lombanya akan kembali digelar. Pembinaannya sudah kami laksanakan selama setahun, dan penilaian akhir akan dilakukan menjelang akhir tahun,” ujar Hasdiah, baru-baru ini.
Menurutnya, lomba Kampung Beragam diadakan di tingkat kecamatan, dan seluruh RT diwajibkan ikut serta. Tahun lalu, tercatat sebanyak 98 RT yang berpartisipasi dari total 214 RT di wilayah Sangatta Utara. Tahun ini, pendaftaran masih berlangsung, namun partisipasi diharapkan meningkat karena dukungan dana RT yang semakin besar.
“Kami bahkan mewajibkan seluruh RT untuk ikut, karena saat ini anggaran RT juga sudah memadai, mencapai sekitar Rp250 juta per RT,” jelasnya.
Hasdiah menambahkan, penilaian dalam lomba Kampung Beragam berfokus pada pengelolaan sampah dan kreativitas warga dalam menata lingkungan. Pemerintah kecamatan mendorong masyarakat agar dapat mengelola sampah sejak dari rumah, sehingga volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dapat berkurang signifikan.
“Poin utama penilaiannya adalah bagaimana warga mengelola sampah. Kami ingin masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik sejak di rumah. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sedangkan sampah plastik atau bekas kemasan dapat dimanfaatkan kembali sebagai media tanam atau kerajinan,” tuturnya.
Melalui program ini, Hasdiah berharap terbentuk budaya baru di masyarakat yang lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan. Pemerintah kecamatan juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan kepada RT agar kegiatan ini berkelanjutan dan tidak hanya berhenti pada lomba tahunan.
“Kami ingin bukan hanya bersaing untuk menang, tapi bagaimana hasilnya benar-benar berdampak. Lingkungan jadi bersih, sehat, dan masyarakat semakin peduli,” pungkasnya. (ADV)







