Diskominfo Kutim Perluas Jangkauan Telekomunikasi di Wilayah Blank Spot dengan Pembangunan GSM Booster

Sangatta, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus berupaya mengatasi permasalahan blank spot atau minim sinyal telekomunikasi di wilayah pedalaman. Upaya ini difokuskan pada pembangunan perangkat penguat sinyal, yakni GSM Booster, sebagai solusi cepat dan terjangkau.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa pembangunan GSM Booster ini merupakan bagian dari program Diskominfo untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi di daerah-daerah yang sinyalnya lemah.

“Kami juga pernah membangun GSM booster, kayak semacam penguat sinyal. Jadi, daerah kampung atau pemukiman yang sinyalnya lemah, kami pasang GSM booster untuk menguatkan sinyal itu,” ujar Sulisman belum lama ini

Menurut Sulisman, GSM Booster ini sangat efektif untuk memastikan kapasitas sinyal yang memadai bagi masyarakat, terutama untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari. Sejak tahun 2023 hingga 2024, Diskominfo telah membangun 24 unit GSM Booster.

Ia mengakui bahwa pembangunan tower telekomunikasi besar memerlukan anggaran miliaran rupiah dan proses yang lama. GSM Booster menjadi alternatif yang lebih cepat dan ekonomis.

“Kalau tower besar itu kan anggaran juga miliaran. Kalau GSM booster itu paling sekitar Rp500 juta sampai Rp550 juta,” jelasnya.

Meskipun jangkauan GSM Booster terbatas, yakni sekitar 1 kilometer, Sulisman menilai solusi ini sangat membantu masyarakat di titik-titik yang benar-benar membutuhkan. Pembangunan booster ini diprioritaskan untuk daerah pedalaman atau blank spot, sementara wilayah Sangatta dinilai sudah memiliki jangkauan yang cukup aman.
Diskominfo juga aktif berkoordinasi dengan pihak provider telekomunikasi untuk memaksimalkan jaringan dan bandwidth mereka, agar upaya penyebarluasan jaringan melalui booster ini dapat berjalan optimal.

Terkait rencana pembangunan GSM Booster di sejumlah wilayah, termasuk Desa Margo Rahayu di Batu Ampar, Sulisman memaparkan bahwa Diskominfo sebenarnya menargetkan pembangunan lima hingga sembilan unit booster baru tahun ini.

“Sebenarnya kemarin kita juga ada program di sana mau membangun tahun ini, sebanyak lima atau enam, tapi sampai sembilan malah. Tapi itu tadi, lagi-lagi kita karena ada efisiensi anggaran, akhirnya kita belum bisa membangun itu tahun ini,” terangnya.

Meskipun terjadi penundaan, Sulisman berharap program pembangunan GSM Booster untuk memperluas jaringan telekomunikasi di daerah blank spot dapat terealisasi pada tahun depan.(ADV)

Pos terkait