Sangatta, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah proaktif dalam investasi sumber daya manusia melalui penguatan Program Minum Susu Gratis. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai pembagian bantuan, melainkan diposisikan sebagai “Intervensi Gizi Cerdas” yang strategis untuk membentuk generasi Kutim yang lebih sehat dan cerdas, sekaligus menyambut dan menyelaraskan diri dengan Misi Besar Gizi (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu dari 50 program prioritas yang diamanatkan oleh Bupati Kutim. Penguatan program ini menandai komitmen daerah yang senapas dengan agenda nasional, di mana peningkatan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat menjadi fokus utama.
”Ini termasuk 50 program Pak Bupati dan sesuai dengan misi Presiden Prabowo untuk menyehatkan masyarakat, termasuk bagian dari Misi Besar Gizi (MBG),” jelas Sumarno di Folder Ilham Maulana pada Rabu, 26 November 2025.
Program ini secara eksplisit dirancang untuk mencapai tujuan ganda, mendorong tumbuh kembang optimal dan meningkatkan kecerdasan anak usia sekolah. Dengan menyasar kelompok usia sekolah, Kutim berupaya memastikan bahwa intervensi gizi tidak berhenti pada balita (pencegahan stunting) tetapi berlanjut sebagai upaya jangka panjang untuk mengoptimalkan potensi akademis dan fisik anak-anak.
”Tujuannya memang untuk mencerdaskan anak-anak Kutai Timur dan memperbaiki asupan gizi mereka,” tambah Sumarno.
Dinas Kesehatan Kutim memastikan program ini dijalankan dengan hati-hati. Meskipun kekhawatiran masyarakat terhadap intoleransi laktosa selalu ada, Sumarno menjamin bahwa mekanisme pencegahan telah diterapkan di tingkat sekolah. Para guru secara rutin melakukan penyaringan sebelum susu dibagikan, dan sejauh ini, belum ditemukan kasus intoleransi laktosa yang signifikan di Kutim.
Ke depan, program susu gratis ini akan menjadi bagian integral dari strategi kesehatan daerah. Rencananya, program ini akan disinergikan secara resmi dengan program pencegahan stunting yang selama ini fokus pada balita. Melalui penyelarasan ini, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap dapat menciptakan sistem penanggulangan masalah gizi yang komprehensif, mencakup anak dari usia dini hingga usia sekolah, dan memperkuat fondasi kesehatan masyarakat secara menyeluruh.(ADV)
Dukung Misi Prabowo: Susu Gratis Digenjot untuk Tingkatkan Kecerdasan Anak







