Sangatta, – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terhadap pelestarian dan pengembangan warisan budaya kembali diwujudkan melalui pembukaan Festival Magic Land Kutim ke-2 Tahun 2025. Acara yang diprakarsai oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) ini dibuka secara resmi pada Jumat malam (14/11/2025) dan disambut antusias di Lapangan Folder Ilham Maulana.
Momen pembukaan festival disemarakkan oleh pertunjukan tarian pembuka yang spektakuler, bertajuk “The Soul of Magicland Kutim”. Tarian ini, yang ditampilkan oleh Forum Dance Tradisional (FDT) Kutim, berhasil menggambarkan keharmonisan dan keberagaman budaya yang ada di Kutim, mulai dari masyarakat yang mendiami wilayah pesisir hingga komunitas di pedalaman.
Dalam pemaparan laporannya, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutim, Padliansyah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan pelaksanaan nyata dari mandat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
”Festival ini adalah bukti bahwa Kutim tidak hanya diberkati oleh kekayaan sumber daya alam, namun juga menyimpan potensi besar dalam hal kekayaan budaya, bakat-bakat muda, dan energi kreatif,” ujar Padliansyah.
Bupati Ardiansyah Sulaiman, dalam pidatonya, memberikan penekanan filosofis mengenai kedudukan penting kebudayaan. Bupati menekankan bahwa bangsa yang besar selalu dicirikan oleh kemampuannya untuk menghargai dan memelihara sejarah serta warisan budayanya sendiri.
”Kutim adalah bagian yang tak terpisahkan dari Indonesia, sebuah bangsa yang kaya akan warisan leluhur. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban kita bersama untuk senantiasa menjaga, merawat, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya tersebut,” tegasnya.
Ardiansyah juga menyinggung keunikan sejarah Kutim, yang ditunjukkan dengan adanya penemuan artefak manusia purba berusia sekitar 10.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Fakta ini menunjukkan betapa beragam dan kaya lapisan sejarah di kawasan ini. Secara khusus, ia meminta Disdikbud agar terus menggali, mendokumentasikan, dan mempublikasikan kekayaan sejarah dan budaya Kutim sebagai kontribusi berharga bagi khazanah kebudayaan nasional.(ADV)
Gelaran Tari “The Soul of Magicland” Membuka Meriah Festival Magic Land Kutim Kedua







