HKN ke-61 di Kutim: Susu Gratis Jadi Pilar Ganda Peningkatan Gizi Anak dan Strategi Pencegahan Stunting

‎Sangatta, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmen kuatnya dalam memerangi stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda melalui program gizi strategis, salah satunya adalah program pemberian minuman susu gratis. Upaya ini dipublikasikan dalam rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.

‎Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa program susu gratis bukan hanya inisiatif lokal, tetapi juga strategi ganda yang sejalan dengan visi nasional.

‎“Ini kan salah satu tujuan pertama adalah memang itu termasuk 50 program mendasar Pak Bupati, ya, minum susu gratis,” ujar Sumarno pada Rabu, 26 November 2025

‎Ia menambahkan bahwa program ini juga selaras dengan misi Presiden, yang berfokus pada penyehatan masyarakat melalui skema yang serupa dengan Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎Selain pemberian gizi tambahan melalui susu gratis, Sumarno menekankan bahwa fokus utama Dinas Kesehatan adalah pada pencegahan stunting melalui intervensi sepanjang siklus hidup.

‎“Tapi yang paling utama juga kita pencegahan stunting tadi yang siklus hidup tadi,” tegasnya.

‎Strategi pencegahan stunting Kutim dimulai jauh sebelum anak lahir, menargetkan remaja. Pendampingan remaja,pemberian tablet tmbah darah Remaja putri secara rutin dikasih tambah dan intervensi lanjutan. Program ini terus berlanjut mulai dari ibu hamil, melahirkan, hingga periode kritis anak.

‎Bgi balita yang sudah terdiagnosis stunting, Dinas Kesehatan tetap menjalankan tindakan follow-up intensif.

‎“Cuma stunting itu kan yang sudah ada stunting kita follow up terus supaya dia apa ya otaknya itu bisa berubah ya. Kan stunting itu kan mempengaruhi perkembangan ya,” terang Sumarno.


‎Dalam rangka HKN ke-61, Pemkab Kutim juga menyelenggarakan kegiatan yang menunjukkan upaya door-to-door. Sumarno menyebutkan bahwa banyak boot (gerai) kesehatan tersedia, menandakan tingginya upaya untuk menjangkau masyarakat dan memberikan edukasi serta layanan kesehatan langsung.(ADV)

Pos terkait