Sangatta, – Desa Swarga Bara di Sangatta Utara terus berupaya mengoptimalkan potensi daerahnya dengan konsep pembangunan terpadu. Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengungkapkan bahwa pengembangan wisata tidak bisa hanya mengandalkan inisiatif desa, melainkan harus mendukung upaya yang dilakukan oleh pemilik lahan perorangan, sambil mengatasi kendala infrastruktur dasar seperti listrik.
Wahyu menekankan pentingnya peran serta individu dalam memunculkan spot-spot wisata baru yang berdampak positif bagi desa. Salah satu contoh sukses adalah Bukit Azalea yang dikelola oleh seorang warga bernama Cipi.
“Rata-rata lahan atau lokasi tersebut kan milik perseorangan. Nah, seperti Bukit Azalea yang dimiliki oleh mas Cipi, kita harus men-support,” ujarnya belum lama ini.
Dukungan desa diwujudkan dengan memastikan kenyamanan pengunjung. Kendala utama yang kini dihadapi adalah listrik, yang sangat dibutuhkan untuk menunjang operasional di kawasan wisata tersebut. Untuk mengatasi masalah listrik, pihak desa telah mengajukan permohonan ke PLN. Saat ini, pengajuan tersebut masih dalam proses persetujuan.
“Kendala yang ada di sana sekarang itu adalah listrik. Nah, kita sudah mengajukan ke PLN dan dalam saat ini masih dalam proses karena info terakhir pengajuannya masih di Bontang untuk mendapatkan persetujuan,” jelasnya.
Sementara itu, ketersediaan air di kawasan tersebut dilaporkan sudah melimpah.
Selain itu,Desa Swarga Bara berencana mengintegrasikan sektor peternakan dan perikanan yang sudah berkembang di kawasan tersebut menjadi satu lokasi terpadu.
Kawasan ini meliputi kandang ternak ayam yang cukup banyak untuk memenuhi kebutuhan protein lokal (MBG) dan kolam-kolam ikan.
“Nanti itu kita jadikan satu kawasan bukan hanya peternakan, tapi di situ ada sisi wisatanya. Jadi orang bisa ngelihat atau mengedukasi anak-anak kita, adik-adik kita yang dari sekolah-sekolah,” papar Wahyu
Dengan konsep ini, pengunjung dapat menikmati wisata alam di Bukit Azalea, melihat view Sangatta hingga kawasan pasca tambang, sekaligus mendapatkan edukasi tentang usaha peternakan dan perikanan.(ADV)







