Sangatta, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah gencar melaksanakan inovasi untuk meningkatkan keamanan dan kualitas pangan dalam pelaksanaan program daerah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Inovasi terbaru yang diluncurkan adalah pelatihan dan sertifikasi khusus bagi petugas di lapangan yang disebut sebagai “Penjama Makanan”.
Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa program ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah risiko keracunan makanan dan menjamin higienitas hidangan yang disajikan kepada masyarakat.
”Kita latih dulu penyama makanan. Yang staf saya yang sudah dilatih itu daerah Wahau sudah dilatih, Kaubun, Bengalon, Sandara semua dilatih,” terang Sumarno.
Program “Penyama Makanan” ini dirancang untuk melibatkan anggota masyarakat yang membantu dalam kegiatan MBG. Peran mereka sangat krusial, mulai dari proses penyajian hingga distribusi makanan.
”Jadi, penjama makanan itu nanti yang terlibat di dalam MBG itu masyarakat yang membantu itu mulai penyajian sebelum disaji. Jadi harapannya tidak terjadi racun seperti daerah lain,” jelasnya.
Setiap individu yang lulus dari pelatihan ini akan mendapatkan sertifikat khusus sebagai bukti kompetensi dalam menjaga standar keamanan dan kebersihan pangan.
Selain fokus pada keamanan pangan, Dinkes Kutim juga berencana melanjutkan program penghargaan sebagai bentuk apresiasi terhadap lokasi-lokasi yang berhasil menjalankan MBG dengan baik.
”Penghargaan kan untuk rencana 42 MBG,” kata Sumarno.
Ia menyebutkan bahwa upaya perluasan dan penguatan program MBG akan menyasar lokasi-lokasi terdekat yang dianggap strategis. Lokasi terdekat yang akan diprioritaskan dalam waktu dekat adalah Bengalon dan Kaubun, yang saat ini telah rampung melakukan pendaftaran.
”Rencana paling dekat itu kayak bengalon, kemudian ke Kaubun ya, yang dekat-dekat dulu. Yang sekitar kota dulu ya,” imbuhnya.
Sumarno menekankan bahwa dengan adanya sertifikasi “Penjama Makanan”, program MBG di Kutim tidak hanya akan sukses secara cakupan, tetapi juga terjamin kualitas dan keamanannya bagi penerima manfaat. Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Kutim untuk memberikan pelayanan kesehatan dan gizi yang terbaik, sambil memitigasi risiko kesehatan yang mungkin timbul dari penyediaan makanan skala besar.
”Jadi memang betul-betul kita dampingi itu,” pungkasnya.(ADV).
Jamin Higienitas Pangan, Dinkes Kutim Latih dan Sertifikasi ‘Penjama Makanan’ untuk Program MBG







