Kutai Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) mencatat kinerja yang sangat memuaskan sepanjang tahun ini, dengan klaim bahwa seluruh program yang masuk dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) berhasil dilaksanakan. Tingkat realisasi keseluruhan program BPBD tahun ini bahkan disebut telah mendekati angka sempurna.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, mengungkapkan bahwa dukungan penuh terhadap program SPM adalah sebuah keharusan.
“Alhamdulillah semua program kita yang SPM itu terlaksana semua. Tidak boleh tidak karena ini wajib hukumnya untuk dilaksanakan,” tegas Naim belum lama ini
Menurut Naim, capaian program wajib ini berlandaskan pada tiga pilar utama yang terus dipertahankan dan ditingkatkan pelaksanaannya, meliputi:
Logistik: Pilar ini memastikan kesiapan dan penyaluran bantuan, seperti yang baru-baru ini dilakukan untuk korban kebakaran di Muara Bengkal. Logistik merupakan back-up penting dalam setiap respon bencana.
Respon Cepat: Program ini menjamin kesigapan tim dalam menanggapi setiap laporan kebencanaan yang masuk dari masyarakat, memastikan tindakan cepat dan tepat waktu di lokasi kejadian.
Pencerahan Pertolongan: Fokus program ini adalah penanganan cepat terhadap kasus-kasus kedaruratan yang membutuhkan penyelamatan. Contoh konkretnya adalah aksi cepat tim BPBD dalam penanganan kasus tenggelam, seperti yang terjadi di Bengalon.
“Jadi alhamdulillah memang SPM ini kegiatan wajib itu di-backup,” tambah Naim.
Naim memperkirakan, secara persentase, tingkat realisasi program BPBD Kutim pada tahun ini menunjukkan angka yang sangat tinggi.
“Kalau dari persen sekitar 80% hingga hampir 100% kita sudah terealisasi,”imbuhnya.
Dengan realisasi program yang hampir mencapai batas maksimal ini, BPBD Kutim menunjukkan komitmen tinggi dalam memastikan masyarakat menerima pelayanan kebencanaan yang cepat, tepat, dan optimal sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. (ADV).







