Kutim Mantapkan Sistem Persampahan Berbasis Teknologi, TPA Batota Segera Dipindah

FORMASI Indonesia – Upaya penataan sistem persampahan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap penting. Pemerintah daerah kini menyiapkan pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota di Sangatta sebagai langkah strategis menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan sesuai standar lingkungan. Rencana ini tidak hanya ditujukan untuk menekan dampak penumpukan sampah, tetapi juga menjadi bagian dari persiapan penilaian Adipura tahun ini.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setkab Kutim, Noviari Noor, mengungkapkan bahwa TPA yang ada saat ini akan ditingkatkan sementara menjadi controlled landfill. Sementara itu, lokasi baru nantinya akan dibangun dengan sistem sanitary landfill, teknologi yang dinilai lebih aman bagi lingkungan karena dilengkapi mekanisme pemilahan dan pengolahan yang terukur.

Kondisi mendesak ini muncul setelah volume sampah di Sangatta mencapai 220 ton per hari. Tanpa penanganan yang tepat, tumpukan sampah dapat memicu pencemaran dan mengancam kesehatan warga. Melalui sistem baru, sekitar 70 persen sampah akan diolah di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), dan hanya 30 persen sisanya yang menjadi residu untuk dibuang ke TPA.

Tak hanya di Sangatta, Pemkab Kutim juga merencanakan pembangunan TPST serupa di Bengalon, Muara Wahau, dan Muara Bengkal untuk menciptakan jaringan pengelolaan sampah yang terintegrasi di seluruh wilayah.

Noviari menegaskan bahwa pengelolaan sampah menjadi indikator utama dalam penilaian Adipura. Karena itu, pemerintah fokus melakukan pembenahan besar-besaran, termasuk mengajak masyarakat berpartisipasi melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

“Dengan sistem yang lebih modern dan terstruktur, kami optimistis pengelolaan 220 ton sampah per hari dapat berjalan optimal sekaligus mendukung terwujudnya Kutim yang bersih dan berkelanjutan,” tutupnya.(Adv)

Pos terkait