Masuk Fase Hujan, BPBD Kutim Peringatkan Potensi Banjir

Kutai Timur, – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) mengeluarkan imbauan kewaspadaan tinggi bagi seluruh warga, mengingat wilayah tersebut secara rutin dihadapkan pada dua jenis bencana utama yang dominan, yakni Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan Banjir. Identifikasi risiko ini menjadi panduan BPBD dalam menyusun strategi kesiapsiagaan di tengah perubahan iklim yang terjadi.

‎Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa risiko bencana di Kutim sangat dipengaruhi oleh fase musim. Penilaian ini berdasarkan kajian bencana yang telah dibuat oleh tim BPBD serta rilis cuaca harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

‎“Dari kajian bencana yang telah dibuat oleh teman-teman, dominasi bencana itu untuk sementara dua yang lebih dominan,” ujar Muhammad Naim.


‎Naim memaparkan, dua skenario bencana dominan tersebut terbagi berdasarkan kondisi cuaca: jika cuaca cenderung panas, risiko utamanya adalah Karhutla. Sebaliknya, jika cuaca cenderung hujan, risiko utamanya adalah Banjir.

Saat ini, Naim mengonfirmasi bahwa berdasarkan data yang dirilis BMKG, wilayah Kutim telah memasuki fase penghujan. Kondisi ini secara otomatis meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, yaitu banjir, di berbagai wilayah rawan di Kutai Timur.

‎“Alhamdulillah tiap hari [BMKG] merilis cuaca,kalau sudah masuk musim penghujan, maka risiko yang akan kita terima adalah banjir,” tegas Naim.

‎Ia meminta masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah dataran rendah dan sepanjang aliran sungai, untuk lebih siaga dan memonitor tanda-tanda peningkatan debit air.

‎Selain dua ancaman bencana alam dominan tersebut, Naim juga mengingatkan bahwa jangkauan tugas BPBD di lapangan meluas hingga menangani berbagai kasus darurat lainnya yang tidak selalu masuk dalam definisi resmi bencana berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007.

‎Walaupun fokus utama adalah Karhutla dan Banjir, tim BPBD seringkali turun tangan untuk membantu kasus kedaruratan lain atas dasar kemanusiaan dan tingginya jiwa sosial personel.

“Apabila ada masyarakat ada laporan, ya kami karena memang di kebencanaan dan alhamdulillah teman-teman ini jiwa sosialnya juga tinggi, ya kami ikut turun bantu,” pungkasnya.(ADV)

Pos terkait