Sangatta, – Pemerintah Desa Swarga Bara di Sangatta Utara sedang memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan publik dengan menggabungkan dua strategi utama: adopsi digitalisasi dan penguatan infrastruktur dasar. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh masyarakat desa, yang dikenal multikultural, menerima layanan yang maksimal dan efisien.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, menyatakan bahwa fokus terobosan desa saat ini adalah memaksimalkan pelayanan publik dengan masuk ke era digitalisasi.
“Pelayanan publik yang bisa kita maksimalkan. Kita mencoba untuk masuk ke era digitalisasi saat ini,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Digitalisasi ini diharapkan menjadi jembatan untuk memberikan kemudahan akses bagi warga, sehingga pelayanan dapat lebih cepat dan transparan.
Selain fokus pada ranah digital, konsentrasi utama desa tetap tertuju pada pelayanan dasar, khususnya peningkatan kondisi infrastruktur. Wahyu menekankan bahwa pelayanan yang maksimal harus didukung oleh fasilitas fisik yang layak.
”Salah satu persyaratan untuk pelayanan maksimal itu dengan didukung infrastruktur yang layak,” jelasnya.
Fasilitas baru ini direncanakan akan menggantikan puskesmas lama. Progres pembangunan saat ini dilaporkan telah mencapai 80%. Proyek yang dimulai sejak 2023 ini diharapkan dapat rampung dan mulai digunakan pada tahun 2025.
“Saat ini sudah progres 80%. Mudah-mudahan tahun ini bisa digunakan. Kalau tahun depan insyaallah sudah bisa,” kata Wahyu
Tak hanya pelayanan dasar, Pemerintah Desa Swarga Bara juga melihat potensi ekonomi desa dari sektor pariwisata. Swarga Bara memiliki beberapa potensi wisata yang cukup dikenal, salah satunya adalah Bukit Asalea (yang juga dikenal sebagai “Prevab”).(ADV)







