Sangatta – Selain fokus mengatasi blank spot dengan pembangunan fisik seperti GSM Booster, Dinas Komunikasi dan Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kutai Timur (Kutim) terus menggenjot program penyediaan akses internet gratis untuk mendukung kegiatan pendidikan dan memajukan kawasan publik.
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kutim, Sulisman, menjelaskan bahwa program layanan internet yang dikelola Pemda saat ini mencakup internet desa, internet sekolah, dan dukungan terhadap program WiFi gratis dari Provinsi.
Sulisman memastikan bahwa program Internet Desa yang merupakan inisiasi dari Bupati dan Wakil Bupati sudah menjangkau seluruh kantor desa, kelurahan, dan desa persiapan di Kutim.
“Itu sudah seluruh kantor desa kita layani, termasuk di Kelurahan dan juga di Desa Persiapan. Itu sudah semua dilayani dengan program Pak Bupati dan Bapak Wakil Bupati di internet desa, gratis,” kata Sulisman.
Untuk program “Gratis Pol” yang didukung oleh Pemerintah Provinsi, Diskominfo menyiapkan titik lain agar layanan internet menyebar dan tidak hanya terfokus di kantor desa.
“Kita siapkan titik yang lain supaya layanan internet ini juga menyebar, bukan terfokus cuma di kantor desa,” ujarnya.
Titik-titik yang menjadi sasaran program WiFi gratis ini adalah area publik, meliputi:
1.Pusat-pusat kuliner dan pasar.
2.Daerah-daerah wisata.
3.Area yang banyak dihuni warga namun masih blank spot.
Langkah ini diambil untuk memastikan layanan internet dapat dinikmati oleh masyarakat luas tanpa tumpang tindih dengan layanan internet desa yang sudah ada.
Sulisman juga memaparkan bahwa program unggulan Diskominfo yang akan dilanjutkan pada tahun 2025 adalah Internet Sekolah.
“Sesuai dengan program unggulannya Pak Bupati, kita masih melanjutkan dengan internet sekolah. Jadi selain internet desa, internet kecamatan, kita lanjut juga dengan internet sekolah,” ungkapnya.
Diskominfo telah mulai merealisasikan program ini sejak akhir tahun 2024. Tahun ini, target sasarannya meliputi 36 sekolah yang akan menggunakan layanan Starlink dan 39 sekolah tambahan yang akan menggunakan fasilitas lain.
Sasaran utama program ini adalah sekolah di jenjang TK, SD, dan SMP. Untuk jenjang SMA/SMK, Sulisman menyebutkan bahwa kewenangan tersebut berada di tangan Provinsi, sehingga Diskominfo Kutim belum dapat memberikan bantuan kecuali ada arahan resmi dari Pemprov.(ADV)







