‎Program Dokter Daerah Terpencil di Kutim Berlanjut, Perluasan Jangkauan Nakes ke Pelosok

Sangatta, – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan bahwa program unggulan penempatan dokter di daerah terpencil akan terus berlanjut dan diperkuat pada tahun mendatang. Program ini, yang merupakan inisiatif langsung dari Bupati, bertujuan untuk menjamin pemerataan akses layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota.

‎Plt. Kepala Dinkes Kutim, Sumarno, menegaskan komitmen Pemkab untuk melanjutkan program ini sebagai prioritas.

‎”Dokter-dokter terpencil ini kan termasuk program Bupati, ya. Kita sudah melaksanakan. Tahun depan juga kita akan follow up lagi,” ujarnya di Folder Ilham Maulana pada Rabu, 26 November 2025

‎Program penempatan nakes dan dokter ke wilayah terpencil telah berhasil menjangkau beberapa lokasi yang membutuhkan. Sumarno menyebutkan bahwa pelaksanaan program ini sudah menyentuh Sandaran dan Muara Ancalong. Kehadiran tenaga kesehatan di wilayah-wilayah ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menurunkan angka kesakitan dan meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

‎Tidak hanya penempatan dokter umum, Dinkes Kutim juga berupaya membawa layanan spesialis ke daerah. Salah satu kegiatan penting yang baru-baru ini dilaksanakan adalah penempatan dokter spesialis di Karangan, yang diselenggarakan bertepatan dengan perayaan ulang tahun Rumah Sakit Sangkulirang

‎Sementara itu, penugasan dokter dan nakes ke beberapa wilayah pelosok telah dilaksanakan dengan jadwal yang terstruktur.

‎”Manubar, Maloy, dan Sandaran,di mana hari ini merupakan penutupan penugasan di Sandaran,”kata Sumarno.

‎Sumarno menjelaskan bahwa program ini sangat krusial mengingat tantangan geografis Kutim yang luas dan sulit diakses.

‎Kita memang betul-betul mendorong agar semua warga Kutim, di mana pun mereka berada, mendapatkan hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang memadai.

‎”Dengan adanya penempatan ini, diharapkan jarak bukan lagi penghalang utama,” tambahnya.

‎Melalui keberlanjutan program ini dan dukungan dari program nasional seperti Nusantara Sehat, Dinkes Kutim optimistis dapat mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas daerah pelosok, sekaligus memberikan layanan yang lebih komprehensif, termasuk penanganan dari dokter spesialis.(ADV)

Pos terkait