Sangatta, – Pemerintah Desa Swarga Bara, di bawah kepemimpinan Kepala Desa Wahyuddin Usman, menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip linearitas pembangunan dengan melakukan review total Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan setiap program desa sejalan dan mendukung penuh 50 Program Unggulan yang dicanangkan oleh Kepala Daerah Kutai Timur (Kutim).
Wahyuddin Usman secara tegas menyatakan bahwa kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada linearitas program. Prinsip ini mengharuskan program kerja desa tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus terintegrasi mulai dari program pusat, provinsi, hingga 50 Program Unggulan Kabupaten Kutai Timur.
“Program desa itu harus linier. Kita berbicara dari program pusat Asta Cita, masuk ke provinsi sampai ke kabupaten. Kabupaten itu kan ada 50 program unggulan, itu harus linier semua,” ujarnya belum lama ini
Untuk memastikan linearitas ini tercapai, Pemerintah Desa Swarga Bara baru-baru ini melakukan review total Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Review ini merupakan langkah krusial untuk mengevaluasi program yang mungkin sudah tidak relevan atau telah rampung, sekaligus menyelaraskan kembali prioritas desa dengan 50 program unggulan kabupaten yang belum terakomodasi.
Fokus penyesuaian RPJMDes mencakup sektor-sektor vital, di antaranya adalah ketahanan pangan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), perbaikan infrastruktur dasar, kesehatan, pendidikan, hingga pengembangan olahraga.
“Pokoknya itu mencakup semua, mulai dari kesehatannya, terus dari sumber daya manusianya, pendidikannya, infrastruktur dasar, bahkan sampai ke olahraga semuanya masuk ke dalam situ,” tambah Wahyu.
Selain fokus pada sinergi pembangunan fisik, Swargabara juga meluncurkan terobosan terbaru yang mengarah pada modernisasi pelayanan. Keunikan Desa ini, yang menjadi rumah bagi hampir semua suku bangsa di Indonesia, menuntut pelayanan publik yang maksimal dan efisien.
“Di Desa Swargabara ini kan agak sedikit unik ya. Karena kita ini seperti kayak miniatur dari Indonesia. Hampir semua suku yang ada di Indonesia ada di Desa Swargabara. Kalau bicara masalah terobosan, tentunya pelayanan publik yang bisa kita maksimalkan,”tutup Wahyu.(ADV)







