Sangatta – Penantian panjang RSUD Kudungga Kutai Timur resmi dikukuhkan sebagai rumah sakit tipe B. Pencapaian ini menandai babak baru bagi pelayanan kesehatan di wilayah tersebut, dengan peningkatan signifikan pada kapabilitas dan jangkauan layanan medis yang ditawarkan kepada masyarakat. Saat ini, RSUD Kudungga siap menampung pasien dengan ketersediaan 207 tempat tidur.
Direktur RSUD Kudungga, Dr. Yusuf, menjelaskan bahwa kriteria Kementerian Kesehatan untuk rumah sakit tipe B mensyaratkan kapasitas tempat tidur di atas 200 unit.
”Dengan 207 tempat tidur yang kami miliki sekarang, kami telah memenuhi standar tipe B. Ini membuka jalan bagi kami untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang lebih luas, spesialis, dan holistik,” paparnya belum lama ini.
Sebagai fasilitas kesehatan tipe B, RSUD Kudungga tidak hanya fokus pada layanan dasar, tetapi juga memperkuat diri dengan beragam layanan spesialis dan subspesialis. Selain instalasi rawat jalan dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang menjadi garda terdepan, kini tersedia unit-unit khusus seperti poli geriatri untuk perawatan lansia, layanan urologi, forensik, dan pusat hemodialisis.
Dr. Yusuf menambahkan, meskipun tingkat okupansi tempat tidur secara umum masih di bawah 50 persen, beberapa unit menunjukkan angka keterisian yang tinggi.
”Unit bedah dan penyakit dalam, misalnya, hampir selalu terisi penuh. Sementara untuk layanan kebidanan, ketersediaan tempat tidur lebih longgar karena kami umumnya menangani kasus-kasus kompleks yang memang memerlukan rujukan,” ungkapnya.
Perubahan status menjadi tipe B juga menuntut kesiapan dari segi sumber daya manusia dan kelengkapan penunjang medis. RSUD Kudungga saat ini didukung oleh tim yang terdiri dari 47 dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu, meskipun Dr. Yusuf mengakui adanya kebutuhan untuk menambah spesialisasi tertentu, seperti kebidanan.
Menurut Dr. Yusuf, bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari komitmen rumah sakit untuk menjadi pusat rujukan utama.
”Visi kami sangat jelas, masyarakat Kutai Timur tidak perlu lagi mencari layanan medis ke luar daerah. Justru sebaliknya, kami berupaya menarik pasien dari wilayah lain untuk mendapatkan perawatan terbaik di sini,” tegasnya.
RSUD Kudungga berencana untuk terus berekspansi di masa depan, termasuk penambahan fasilitas rawat inap, penguatan layanan unggulan, serta pengembangan infrastruktur dengan memanfaatkan lahan yang belum tergarap. Seluruh langkah ini diharapkan akan mewujudkan visi rumah sakit menjadi pusat rujukan kesehatan yang terkemuka dan terpercaya di Kalimantan Timur pada tahun 2027.(ADV)







