Sangatta, – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berupaya keras membangun ekosistem ekonomi kreatif (Ekraf) yang adil dan merata. Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kutim, Akhmad Rifanie, menegaskan bahwa akurasi data merupakan faktor penentu dalam distribusi dan efektivitas program pemerintah.
Melalui program Sinergi Data Ekonomi Kreatif (SINDaKRAF), Pemkab Kutim tengah berupaya menyatukan seluruh data pelaku Ekraf yang sebelumnya tersebar di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Rifanie menjelaskan, pengumpulan data yang valid dan terpusat adalah kunci untuk meningkatkan intervensi di sektor Ekraf.Fokus pada ketepatan sasaran ini merupakan hasil evaluasi di lapangan, di mana seringkali muncul keluhan publik terkait distribusi program pelatihan dan pembinaan.
“Jangan sampai nanti ada pemikiran pelatihan itu-itu terus, itu-itu terus. Kan banyak kadang-kadang saya dengar ada kalimat yang tidak nyaman,” ujar Rifanie, saat ditemui pada Selasa, 11 November 2025.
Ia menjelaskan, melalui SINDaKRAF, data seluruh pelaku Ekraf di Kutim akan disatukan. Inisiatif ini akan memastikan identitas, bidang keahlian, dan riwayat partisipasi mereka dalam program pemerintah tercatat secara komprehensif.
“Kita tepat sasaran. Orangnya itu dan itu memang kita mau apa kita mau capai,” tegasnya.
Dengan data yang terintegrasi, pemerintah akan lebih mudah mengidentifikasi pelaku baru yang belum tersentuh program, serta menentukan jenis bimbingan spesifik yang dibutuhkan setiap subsektor.
Rifanie berharap, basis data tunggal ini akan mengarahkan semua upaya pemerintah menujuSatu suatu data sebagai acuan bersama di masa depan. Hal ini akan meminimalisasi duplikasi program dan memastikan pemerataan kesempatan bagi semua pelaku kreatif. (QQ/*/ADV)







