FORMASI Indonesia – Di tengah era keterbukaan informasi, transparansi menjadi fondasi utama agar pembangunan dapat berjalan efektif sekaligus mendapatkan kepercayaan publik. Bagi Achmad Junaidi, transparansi bukan sekadar slogan, melainkan proses yang hanya dapat tercapai apabila didukung oleh media yang aktif, profesional, dan konsisten menyajikan informasi yang berkualitas.
“Untuk publikasi yang baik itu penting. Kalau tidak ada yang menulis, tidak ada yang tahu. Tidak pernah membaca berita, akhirnya tidak tahu apa yang sudah dilakukan,” ujarnya saat berbincang santai di ruang kerjanya, menegaskan betapa vitalnya peran pers dalam membangun pemahaman masyarakat.
Ia menilai media bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol sosial yang mengawal jalannya pembangunan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan insan pers harus terus diperkuat agar program-program strategis dapat tersampaikan secara tepat dan akurat kepada masyarakat.
“Besok akan kita bedah bagaimana peran media itu penting, dan tulisan-tulisan itu harus berkualitas,” tambahnya.
Selain menyoroti dunia jurnalistik, Junaidi juga mengingatkan pentingnya profesionalitas aparatur pemerintah. Ia menekankan bahwa seorang pejabat semestinya menilai kinerjanya berdasarkan hasil konkret di lapangan, bukan dari seberapa sering tampil di berbagai acara pendampingan.
“Yang penting itu hasil kerja nyata, bukan tampil di depan publik. Kalau hanya sibuk mendampingi, kapan kita turun ke lapangan?” tegasnya.
Melalui penguatan peran media dan peningkatan kinerja aparatur, Junaidi berharap ekosistem informasi di Kutai Timur dapat semakin sehat. Media diharapkannya terus menjadi mitra strategis yang tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga memberikan edukasi publik yang membangun dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. (Adv)







